Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 2, 2009
Wah, Kirana rupanya sudah tumbuh 2 gigi bawah nan mungil. Kata mama sih ada 1 lagi di atas. Tapi papa belum lihat yang atas. Lucu banget deh.
Terus papa sempat kaget saat tiba-tiba Kirana bangkit dan duduk. Rupanya Kirana sudah bisa duduk sendiri. Bulan kemarin kan belum bisa. Terus sudah bisa merangkak. Papa sampai gemes lihat Kirana. Tapi papa tetap senang sekali kalau menggendong Kirana. Kayaknya papa masih bisa terus mengendong Kirana sampai beberapa bulan ke depan sampai Kirana benar-benar tidak mau digendong lagi. Hehehe…
Salam sayang dari papa di sini.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Agustus 11, 2009
Suatu saat mama cerita kalau Kirana sempat hilang. Wah, tentu papa di sini khawatir sekali.
Kejadiannya adalah saat Kirana bobok dan mama keluar kamar untuk membuat susu. Pas kembali ke kamar rupanya Kirana sudah tidak ada di kamar. Tentu mama bingung sekali. Mama lalu bertanya kepada Eyang Kakung yang kebetulan sedang ada di luar, apakah melihat Kirana atau tidak. Rupanya Eyang menjawab tidak. Wah, tentu mama tambah bingung.
Lalu mama kembali memeriksa kamar dan melihat kaki Kirana yang menyembul dari balik korden. Rupanya Kirana berguling dan secara tidak sengaja tersembunyi di balik korden. Wah, tentu mama senang sekali bisa menemukan Kirana lagi. Dan syukurlah Kirana tidak kenapa-kenapa.
Dan papa di sini yang diceritain hal itu juga ikut cemas. Tapi kemudian jadi lega karena ternyata tidak terjadi apa-apa dengan Kirana. Cium sayang untuk Kirana dari papa di sini…
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Juli 16, 2009
Papa senang sekali bisa liburan agak panjang di Semarang bertemu dengan keluarga, terutama bertemu bayi mungil nan manis Kirana. Libur pemilu papa sambung dengan cuti sehingga bisa berlibur di Semarang dari tanggal 8 sampai 12 Juli 2009.
Tentu tidak papa sia-siakan untuk berkumpul bersama keluarga. Pada usia yang ke-7 bulan ini Kirana panjangnya telah mencapai 74 cm dengan berat 7,2 kg. Wah, cepat sekali pertumbuhanmu, Nak. Semoga engkau menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, ceria dan berbakti kepada Tuhan. Tuhan memberkatimu, Nak.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: April 19, 2009
Hari Minggu ini (19/04/09) Kirana dibaptis. Nama baptisnya Emanuella, disamakan dgn baptis papanya. Artinya bagus sekali, yaitu “Tuhan beserta kita.” Memang bukan nama santo/a, tapi diakui gereja untuk menjadi nama baptis.
Yang hadir dalam baptisan Kirana adalah Mama, Eyang Kakung & Putri, Budhe Nesi & tidak ketinggalan Mas Axel. Sayang papa tidak bisa hadir. Tapi papa turut mendoakan dari sini.
Semoga Emanuella Kirana Rosari menjadi anak yg baik, pintar, berbakti pada orang tua & Tuhan dan tentu saja semoga dapat menjadi terang bagi sesama. Cium sayang dari papamu di Tangerang.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: April 15, 2009
Liburan Paskah kemarin (08-12/04/09) papa senang sekali bisa pulang ke Semarang dan berlama-lama dengan Kirana & juga kakak Axel. Papa kangen sekali sama Dik Kirana & Kak Axel. Pada kesempatan itu papa tidak menyia-nyiakan untuk mem-foto Kak Axel & Dik Kirana. Ini foto-foto Dik Kirana yang manis.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: April 14, 2009
Kini Kirana sudah berusia 4 bulan. Namun rupanya masih saja ada cobaan yang harus dihadapinya, yaitu ketika suatu saat (Sabtu, 11/04/09) wajah Kirana memerah. Seolah wajahnya jadi terasa gatal sehingga Kirana selalu saja berusaha menggaruk-garuk wajahnya.

Kirana Alergi
Tentu saja kami jadi khawatir dan segera membawa Kirana ke dokter. Kata dokter Kirana ada alergi dengan susu sapi dan harus diganti dengan susu soya/kedelai. Tidak lupa dokter memberikan resep obat-obat untuk alerginya.
Syukurlah dua hari kemudian Kirana sudah membaik. Wajah sudah kembali normal dan tidak kemerahan. Kirana juga jadi lebih anteng karena sudah tidak merasa terganggu dengan alerginya.
Kata Budhenya lebih baik Kirana minum susu sapi yang telah dihilangkan zat-zat yang dapat mengakibatkan alergi. Wah, boleh juga tuh. Kami pun harus berburu untuk mendapatkan susu tersebut.
Terima kasih Tuhan karena kini Kirana telah baik & sehat kembali.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Maret 8, 2009
Jumat (06/03/2009) kemarin Kirana disuntik hepatitis. Sekalian juga ditimbang dan diukur tingginya. Rupanya terukur berat 4,8 kg dengan panjang 60 cm. Kata dokter Kirana perkembangannya cepat sekali. Untuk bayi usia 2 bulanan, panjangnya paling tidak 56 cm. Tapi Kirana sudah memiliki panjang 60 cm.
Oh iya, Senin (02/03/2009) kemarin Eyang Kakung, Eyang Putri, dan keluarga Budhe Pipit menyempatkan diri menengok Kirana dan Axel. Mereka gembira melihat perkembangan Kirana yang baik dan sehat. Katanya Kirana cantik dan nurun papanya. Malah ada yang bilang untung Kirana tidak nurun mamanya. Hehehe… mama jadi tersinggung.
Semoga Kirana dapat terus tumbuh sehat dan menjadi anak yang baik dan berguna bagi sesamanya. Terima kasih Tuhan.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Februari 1, 2009
Besok Selasa (02/02/2009) adalah acara selapanan untuk Kirana Rosari. Sayangnya papa tidak bisa hadir di acara selapanan Kirana Rosari. Tapi semoga papa bisa hadir saat baptisan Kirana.
Maafkan papa karena absen di acara ini. Papa turut berdoa dari sini untuk keselamatan, kesehatan & kesuksesanmu. Papa sangat mencintaimu. Tuhan memberkati.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 28, 2009
Pagi ini papa dapat sms dari mama yang mengabarkan kalau Kirana beratnya 3,6 kg. Wah, ini berita baik, karena Kirana terlahir dengan berat 2,98 kg. Saat pulang dari RS pertama kali sempat naik 3,3 kg. Tapi ketika ada masalah BAB berat Kirana sempat drop sampai 3,1 kg. Tentu saat itu kami sangat khawatir dengan kondisi Kirana.
Tapi ketika diberi tahu beratnya sekarang 3,6 kg, tentu papa senang sekali. Papa berharap & selalu berdoa agar Kirana dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, bijak dan tentu saja dekat dengan Tuhan.
Tuhan memberkatimu, Kirana.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 25, 2009
Hari ini tepat dirimu seminggu berada di rumah sakit. Puji Tuhan, hari ini dirimu sudah sehat dan telah melewati semua test sehingga dokter memperbolehkanmu pulang.
Semua bergembira mendengar dirimu sudah sehat dan kembali ke rumah. Selamat datang kembali di rumah, di keluarga yang sangat mencintaimu. Kami akan menjagamu sepanjang hidup kami.
Tuhan memberkatimu. Cium sayang dari papamu di sini.