Sebuah Kisah Kirana Rosari

Suatu saat papa & mama ingin memberikan adik bagi Kirana & Kak Axel. Kirana sangat antusias. Syukurlah kemudian mama bisa segera hamil. Betapa senangnya Kirana mengetahui mama hamil. Kirana ikut belanja susu bagi mama yang hamil dan berceloteh banyak hal untuk pesiapan adik barunya.

Kirana senang mau punya adik

Kirana senang mau punya adik

Kirana sering bermain seolah punya adik baru. Bahkan sudah minta tempat tidur bayi untuk calon adiknya. Tidak lupa Kirana bercerita kepada teman-temannya kalau sebentar lagi Kirana akan punya adik.

Sayangnya kami semua harus bersedih ketika mama mengalami keguguran. Janin adik harus dikuret tgl 18/09/2013.

Kirana sangat sedih dan menangis saat mama masuk ke ruang operasi. Sayangnya papa baru bisa menyusul malamnya setelah operasi kuret selesai.

Syukurlah Kirana tidak berlarut-larut dalam sedih. Demikian juga dengan papa & mama. Mungkin Tuhan belum memberi kepercayaan bagi kami untuk punya anak lagi. Mungkin lain waktu ya.

Entah mengapa, Kirana suka sekali dengan wahana puteran. Kalau dia sudah naik situ, maka teman-temannya diundang untuk ikutan naik. Tidak hanya teman-temannya, tapi anak-anak yang ada di sekitar situ juga diundang. “Woooy… sini naik!” gitu teriak Kirana.

Main puteran yuuuk?

Main puteran yuuuk?

Setelah anak-anak naik, dia pun memutar roda di tengah sehingga wahananya berputar. Ada seorang anak yang rupanya pusing dan memilih turun dari puteran. Lha kok si anak ini malah berlari memutar wahananya dari luar. Anak ini berlari semakin cepat sehingga putaran semakin cepat. Kirana hanya tertawa-tawa saja. Sedangkan beberapa teman mulai pusing.

Kirana semakin mempercepat roda di tengah sehingga putaran semakin cepat. Rupanya seorang anak tidak kuat lagi dan akhirnya meminta turun dan… muntah. Weks…

Beberapa teman yang lain sudah mengeluh pusing dan mulai turun satu per satu. Tinggallah Kirana dan seorang anak yang sebenarnya juga sudah pusing. Sedangkan Kirana masih nampak menikmati wahana puteran. Weks…

Di suatu hari ada perayaan Kemerdekaan RI (sering disebut 17an) di TK-nya Kirana. Namun saat pulang sekolah, Kirana menangis. Tentu saja mama panik, takut terjadi apa-apa dengan Kirana. Akhirnya diselidikilah mengapa sampai Kirana menangis. Interogasi pun dilakukan kepada guru & Kirana.

Ternyata Kirana menangis karena tidak bisa ikut lomba 17an. Paginya Kirana salah ikut baris. Dia ikut baris anak-anak kelas TK B, padahal Kirana masih TK A. Tentu saja acaranya beda dan Kirana tidak ikut lomba. Kata sih, Bu Guru sudah mencari Kirana tapi tidak ketemu. Saat Kirana ditanya kenapa ikut baris anak TK B, jawabnya polos banget, karena Kirana lebih senang dengan anak-anak TK B. Duuuh…

Ya sudah, lain kali jangan salah baris ya, Nak? Tahun depan ikutan lomba 17an yaaa…

Kak Kirana & Adik2nya

Kak Kirana & Adik2nya

Entah mengapa, Kirana lebih senang dipanggil “Kak Kiran” oleh teman-temannya. Jadi kalau ada teman yang memanggilnya “Kiran” saja, maka dia akan membetulkan supaya memanggilnya “Kak Kiran”. Dia sendiri kalau memanggil teman-temannya selalu dengan “Dik”. Bener-bener sok tua ya? Mungkin dia merasa kalau badannya bongsor sehingga mesti dipanggil “Kak” oleh teman-temannya.

Demikian juga ketika libur Lebaran di bulan Agustus tempo hari. Kebetulan temannya papa sedang liburan juga di Semarang. Terus kami pun kopdar makan-makan di Manggala. Teman papa punya 2 orang anak. Felisia yang terkecil berumur 6 tahun, yang artinya 1,5 tahun lebih tua dari pada Kirana. Namun Kirana memperkenalkan diri sebagai “Kak Kirana”. Kami pun tertawa mendengarnya.

Walau pun demikian, kamu tetap gadis kecilku tercinta…

Senin kemarin (16/07/2012) bertepatan dengan ulang tahun Kakak Axel, Dik Kirana mulai sekolah hari pertama. Papa dapat kiriman fotonya. Nampak di foto kalau Dik Kirana tubuhnya paling tinggi di antara teman-temannya.

Selamat sekolah, Dik. Rajin belajar ya? Cium sayang dari papa di sini.

Kirana: “Pa, nonton film holor.”
Papa: “Horror, Dik.”
Kirana: “Holor, Pa.”
Papa: “Hoooo…”
Kirana: “Hoooo…”
Papa: “Roooor.”
Kirana: “Rooor.”
Papa: “Horror!”
Kirana: “Hollor!”

Kirana pakai blangkonnya Yangkung. Kirana memang cantik & lucu. Cium sayang dari papa di sini.