Sebuah Kisah Kirana Rosari

Posts Tagged ‘Kirana Rosari

Di suatu hari ada perayaan Kemerdekaan RI (sering disebut 17an) di TK-nya Kirana. Namun saat pulang sekolah, Kirana menangis. Tentu saja mama panik, takut terjadi apa-apa dengan Kirana. Akhirnya diselidikilah mengapa sampai Kirana menangis. Interogasi pun dilakukan kepada guru & Kirana.

Ternyata Kirana menangis karena tidak bisa ikut lomba 17an. Paginya Kirana salah ikut baris. Dia ikut baris anak-anak kelas TK B, padahal Kirana masih TK A. Tentu saja acaranya beda dan Kirana tidak ikut lomba. Kata sih, Bu Guru sudah mencari Kirana tapi tidak ketemu. Saat Kirana ditanya kenapa ikut baris anak TK B, jawabnya polos banget, karena Kirana lebih senang dengan anak-anak TK B. Duuuh…

Ya sudah, lain kali jangan salah baris ya, Nak? Tahun depan ikutan lomba 17an yaaa…

Kak Kirana & Adik2nya

Kak Kirana & Adik2nya

Entah mengapa, Kirana lebih senang dipanggil “Kak Kiran” oleh teman-temannya. Jadi kalau ada teman yang memanggilnya “Kiran” saja, maka dia akan membetulkan supaya memanggilnya “Kak Kiran”. Dia sendiri kalau memanggil teman-temannya selalu dengan “Dik”. Bener-bener sok tua ya? Mungkin dia merasa kalau badannya bongsor sehingga mesti dipanggil “Kak” oleh teman-temannya.

Demikian juga ketika libur Lebaran di bulan Agustus tempo hari. Kebetulan temannya papa sedang liburan juga di Semarang. Terus kami pun kopdar makan-makan di Manggala. Teman papa punya 2 orang anak. Felisia yang terkecil berumur 6 tahun, yang artinya 1,5 tahun lebih tua dari pada Kirana. Namun Kirana memperkenalkan diri sebagai “Kak Kirana”. Kami pun tertawa mendengarnya.

Walau pun demikian, kamu tetap gadis kecilku tercinta…

Mendengar kabar sesuatu terjadi pada anak-anak selalu membuat papa khawatir. Seperti malam ini ketika papa mendengar kabar dari mama kalau Dik Kirana jatuh terpeleset. Mama juga khawatir sekali jika kepala Kirana terbentur.

Syukurlah nampaknya tidak ada yang parah. Kirana nangisnya juga saat diangkat mama. Tapi Dik Kirana memang tabah, nangisnya cuma sebentar dan kemudian sudah ngoceh dan nyanyi lagi. Padahal mama telpon papa sambil nangis karena khawatir.

Semoga tidak terjadi apa-apa denganmu, Nak. Papa mencintaimu. Dan papa yakin, Tuhan juga amat-sangat mencintaimu. Dan Tuhan akan mengirimkan para malaikat-Nya untuk melindungi kita semua. GBU

Kirana Tercinta

Kirana Tercinta

Duh, kamu kok lucu banget to Nak? Papa kangen banget.

Senyum Kirana yg selalu bikin kangen.

Senyum manis Kirana.

Liburan Waisak kemarin papa cuti sehingga bisa berlibur bersama mama & Dik Kirana ke Semarang. Tentu saja untuk bertemu kakak Axel tercinta. Namun kali ini kami ke Semarang via jalur darat naik mobil sendiri. Tadinya papa sempat khawatir kalau Dik Kirana bosan di jalan. Namun rupanya dik Kirana cukup kooperatif di jalan. Beberapa kali berhenti untuk beristirahat & makan siang.

Syukurlah dik Kirana bisa tertidur dengan pulas. Papa sangat salut karena dik Kirana cukup kuat diajak perjalanan jauh nyaris seharian. Kirana juga tetap sehat sesampai di Semarang.

Liburan kami isi bersama dengan Kakak Axel. Sangat menyenangkan bisa bersama-sama lagi. Terima kasih kepada Eyang Kakung+Putri dan Buba yang telah menjaga Kakak Axel selama ini.

Pulang ke Tangerang tambah rame karena Buba ikut ke Tangerang untuk liburan. Dik Kirana juga sangat senang karena ditemani Buba. Liburan yang seru. GBU all.

Saat menggendong Kirana jalan-jalan, kalau tiba-tiba dia berseru “DOR”, tidak usah kaget ya? Karena itu berarti Kirana melihat balon.

Ini anak memang lucu banget. Seneng banget sama balon. Lagu “Balonku Ada 5” adalah lagu favoritnya. Kalau sudah distelkan lagu ini, Kirana langsung konsentrasi menontonnya.

Dan yang paling heboh itu ya saat jalan-jalan ke mall dan tiba-tiba Kirana teriak “DOR” kalau pas lihat balon hiasan. Pernah juga bikin orang yang jalan di dekat kami jadi kaget. Lha wong yang nggendong aja kaget. Hahaha… DOR!!!

Rupanya Kirana sangat suka kucing. Setiap saat melihat kucing, maka dia akan berkata “pus…” sambil menjentikkan jari-jari mungilnya. Termasuk saat melihat film atau kartun Ipin & Upin yang ada kucingnya, maka Kirana akan menyaksikannya dengan penuh konsentrasi. Ditambah jentikan jari-jari mungilnya seolah memanggil kucing dari layar TV.

Kesukaannya kepada kucing juga obat paling mujarab ketika Kirana nangis. Misalnya saat bangun dari tidur dan agak bad mood, maka papa segera menggendong Kirana dan mengajak keluar untuk berburu kucing. Dan seketika tangisan Kirana terhenti dan ikut konsentrasi berburu kucing di sepanjang jalan perumahan.

Sayangnya tidak banyak kucing berkeliaran di kompleks. Kayaknya lebih banyak ayam dari pada kucing. Jadi saat ketemu kucing, alangkah riangnya Kirana.

Kalau Kirana pipis, biasanya dia bilang “pis” kadang lengkap “pipis”. Masalahnya adalah Kirana bilang “pis” pas pipis. Jadi papa tidak sempat mengantisipasinya.

Suatu saat Kirana sedang nonton DVD kartun Ipin & Upin. Kalau nonton Ipin & Upin biasanya Kirana juga bilang “pin”. Nah, pas nonton Ipin & Upin itu papa ngga ngeh ketika Kirana bilang “pis”. Karena papa sedang membaca dan tidak konsentrasi menjaga Kirana, papa ngiranya Kirana bilang “pin”. Tapi kemudian Kirana memegang tangan papa dan memegangkannya ke celananya. Dan rupanya basah karena ngompol. Hihihi…

Tadi malah lebih parah. Saat Kirana bilang “pis”, papa dengan pede-nya melorotin celana Kirana. Ngga tahunya semerbak langsung merasuk hidung. Rupanya Kirana eek. Wah kalau sudah separah ini mending dilimpahkan ke mama. Hehehe…